Rabu, 20 April 2016

Animasi Letak dari shale Gas di bawah permukaan


Shale gas adalah Gas alam yang diperoleh dari serpihan batu shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Shale gas yang sebagian besar besar terdiri dari gas methana merupakan gas alam non konvensional yang biasanya di cekungan lapisan bumi pada kedalaman 800m atau lebih, maka shale gas terdapat di lapisan bebatuan ( Shale Formation ) di kedalaman lebih dai 1500m. Lapisan tersebut kaya akan material organik sehingga dapat menadi sumber energi. karena terdapat di lapisan bebatuan diperlukan proses khusus untuk mengambilnya yaitu proses rekah hidrolik ( Hydraulic Fracture ).

Proses Fracking ini dilakukan pada pengeboran ke dalam bumi baik secara vertikal maupun horisontal dengan menggunakan air, bahan butiran seperti pasir proppant dan bahan-bahan kimia lainnya agar gas keluar lewat pori-pori batuan dan mengalir menuju sumur produksi. Secara umum, shale gas diperoleh dengan cara memaksa gas tersebut keluar dari bebatuan di dalam perut bumi melalui proses fracking.

Shale gas merupakan energi yang jumlahnya melimpah. Untuk amerika saja dperkirakan mempunyai potensi 100 triliyun kaki kubik shale gas yang dapat memasok kebutuhan gas amerika selama 50 tahun atau lebih. Analisa terakhir juga menunjukan shale gas dapat menyediakan hingga setengah pasokan gas Amerika pada tahun 2020. Revolusi shale gas ini juga diperkirakan akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Tentunya dari sisi ekonomi akan sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat yang saat ini masih berjuang dari krisis ekonomi.

Sebagai sumber energi, shale gas juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. senagai sumber energi shale gas dianggap lebih bersih daripada batubara yang dianggap sebagai energi paling kotor. Shale juga mampu menurunkan biaya produksi karena kemungkinan produksi shale gas dapat menurunkan harga gas alam secara signifikan. Produksi shale gas yang bear juga akan meningkatkan ketahanan energi yang besar dan membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil yang mahal yaitu minyak bumi dan batubara.

Namun, di satu sisi shale gas juga memliki kekurangan. Meski dianggap lebih bersih dari batubara, shale gas masih memiliki emisi karbon yang signifikan dibanding dengan energi terbarukkan lainnya. Proses Fracking Untuk memperoleh shale gas juga masih dianngap sebagian pihak masih sangat membahayakan karena memerlukan air dengan jumlah yang besar serta penggunaan bahn kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

Penurunan permintaan dan harga minyak mentah ini tentunya akan berdampak serius terhadap ekonomi negara-negara yang mengandalkan minyak mentah sebagai sumber pendapatan utama.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar