Rabu, 20 April 2016

Kilang Minyak mini yang akan menjadi bidikan oleh Pemerintah Indonesia.


Pemerintah dalam hal ini Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) berencana membangun kilang Minyak dan Gas mini, untuk lebih mengefisienkan pendistribusian bahan bakar minyak ( BBM ) ke daerah terpencil ( remote area ). setidaknya , terdapat delapan Lokasi yang dibidik pemerintah untuk membangun kilang mini tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementrian ESDM I GN Wiratmaja Puja menuturkan, Permintaan BBM di berbagai daerah terus naik. Sementara saat ini Impornya masih tinggi, dan ongkos distribusi ke berbagai daerah juga cukup mahal.

"Sehingga kalau ada kilag mini, multiplier effect banyak sekali. Pajak asalah satu hakl positif yang juga di kalkulasi bersama. Secara umum potensi kilang mini ada puluhan yang marginal field. Tapi adad sembilan kecil sekali, sehingga kita harus pilah-pilah," jelasnya di hotel Aryaduta, Jakarta, Senin ( 7/03/2016 ).

Dia mengatakan, pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan 24 izin pembangunan kilang baru, namun yang rampung dan benar-benar produksi cuma satu kilang. Karena itu, pemerintah akan benar-benar memilah lokasi potensial untuk pembangunan kilang mini tersebut.

"karena dulu pernah dikeluarkan 24 ijin kilang dan yang jadi hanya satu. Harusnya yang jadi kita kasih applause. Kita sampaikan dalam kajian kita, kita buat 8 cluster dilapangan,"tandasnya.

Adapun 8 cluster yang dibidik pemerintah untuk pembangunan kilang mini tersebut adalah :

1. Cluster I-Sumatra Utara ( Rantau dan Pangkalan Susu ) dengan produksi 3.617 barel per hari (bph).
2. Cluster II-Selat Panjang Malaka ( EMP Malacca strait dan Petroselat ) 4.427 bph.
3. Cluster III-Riau ( Tongga, Siak, Pandalian, Langgak, West area, Kisaran ) dengan produksi 2.391       bph.
4. Cluster IV-Jambi ( Palmerah, Mangoepeh, Lemang, dan Karang agung ) dengan produksi 1.280           bph.
5. Cluster V-Sumatra Selatan ( Merangin II dan Ariodamar ) dengan produksi 2.629 bph.
6. Cluster VI-Kalimantan Selatan ( Tanjung ) degan produksi 2.523 bph.
7. Cluster VII-Kalimantan Utara ( Bunyu, Sembakung, Mambrungan, dan Pamusian JUwata ) dengan     produksi 8.059 bph.







Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar